![]() |
| Menahan amarah |
KEMARAHAN adalah emosi umum saat kita mengalami, melihat, mendengar, dan merasakan seseorang
atau sesuatu tidak benar atau berlawanan dengan pandangan kita. Tetapi di kasus
tertentu, marah itu penting untuk menunjukkan ketegasan kita.
Setiap orang memiliki skala kemarahan sendiri.
Apakah Anda pernah merasa marah ketika
ada orang yang mengkritik Anda tanpa sebab? Atau pasangan Anda marah-marah tanpa
sebab dan tanpa penjelasan, yang akhirnya
membuat Anda bertanya-tanya dengan sikap mereka.
Di saat-saat penuh amarah seperti itu,
perlu beberapa upaya untuk mengatasi hal tersebut agar tidak menimbulkan
pertengkaran atau bahkan permusuhan.
Berikut ada
beberapa tips yang mungkin bisa Anda terapkan untuk mengurangi amarah Anda :
1.
Menjauhlah
beberapa saat dan berikan waktu pada dirimu untuk berpikir.
Saat Anda merasa
seseorang melakukan kesalahan, jangan langsung merespon situasi tersebut. Lebih
baik, ambil waktu beberapa saat untuk berpikir, tenangkan dirimu, dan ambil
napas yang dalam. Jika perlu, menjauhlah dari sumber masalah. Setelah Anda
merasa rileks, hadapilah!
2. Cari akar
permasalahannya
Seringkali orang
menjadi marah karena mereka tidak menilai masalah lebih dalam. Bisa saja itu
hanyalah efek samping dari rasa iri hati, hormon yang tidak stabil (saat
menstruasi), atau mungkin mereka belum menyadari penyebab sebenarnya dari
masalah. Contoh, Anda marah karena pasangan Anda terlambat menjemput. Dalam
kasus ini, daripada langsung menuduh pasangan Anda tidak bertanggung jawab,
tanyakan padanya "mengapa Anda terlambat?". Jika Anda dapat menemukan
akar permasalahan dari masalah Anda kemudian mengatasinya, Anda tidak akan
menjadi orang yang mudah marah.
3. Berpikirlah
mengenai respon Anda dan konsekuensinya
Tak terhitung lagi berapa
banyak orang yang merasa menyesal karena mereka tidak bisa mengendalikan
amarahnya. Biasanya, orang yang tidak dapat mengendalikan amarah, cenderung
melukai perasaan orang lain, dan bahkan melukai secara fisik. Pikirkan lagi
konsekuensi dari amarah Anda. Bereaksi-lah terhadap masalah dengan tegas tanpa
mengurangi arti sebenarnya dari kata-kata Anda. Jika Anda sudah terlanjur
mengeluarkan amarah secara berlebihan, minta maaflah dengan tulus, dan katakan
tujuan Anda yang sebenarnya.
4. Temukan
motivasi untuk meningkatkan dirimu
Apakah ada orang yang Anda cintai?
Siapakah orang yang tidak ingin Anda sakiti? Gunakan mereka dan berpikirlah
tentang mereka sebagai motivasi untuk mengontrol amarah.
5. Dewasalah dalam
berpikir dan bertindak
Orang yang akrab dengan
amarah, biasanya memiliki masalah serius dengan kedewasaannya. Remaja cenderung
lebih meledak-ledak dalam emosi karena mereka belum dewasa dalam berpikir dan
belum memiliki emosi yang stabil. Tetapi bukan berarti setiap orang yang sudah tua
adalah orang yang dewasa. Tingkatan umur tidak selalu sebanding dengan tingkat
kedewasaan.
Saat Anda selesai
membaca artikel ini, tidak peduli Anda remaja atau orang tua, cobalah untuk
selalu berpikir sebelum bertindak. Berlatihlah untuk mengontrol emosimu.
Semakin sering kita marah, maka besar
kemungkinan bagi kita untuk memiliki berbagai penyakit, tetapi apabila kita
selalu dapat menguasai diri maka besar kemungkinan bagi kita untuk memiliki tubuh
yang sehat. Hidup tanpa amarah akan lebih baik lagi, dan kita juga akan selalu
hidup dengan tenang dan lancar.
baca Disclaimer

Blogger Comment
Facebook Comment