Ringkasan :
- Russia tengah berseteru dengan pihak Barat, terutama Amerika Serikat terkait krisis Ukraina, dan karena pemahamannya terhadap kerentanan ekonomi domestik kini negara tersebut sedang coba melindungi diri dari sangsi ekonomi yang lebih berat.
- Russia kini menggantikan kepemilikan obligasi Treasury AS yang berada di bank sentral-nya dengan cadangan emas dan aktivitas bisnis sedang tahap negosiasi untuk menyelesaikan perdagangan internasionalnya melalui mata uang selain USD.
- Langkah-langkah tersebut akan membuat ekonomi Russia lebih kuat begitu juga dalam posisinya di tatanan ekonomi global untuk melawan pihak Barat, dan ini juga akan menambahkan dukungan yang kuat terhadap emas.
Aneksasi
Russia terhadap Ukraina telah menyebabkan keretakan hubungan diplomatik
antara Russia dengan Amerika Serikat dan Eropa yang berujung pada
menerapan sangsi-sangsi dari yang ringan hingga berat dan Rusia pun
menyadari kerusakan yang bisa ditimbulkan dari penerapan sangsi-sangsi
dari pihak Barat tersebut terhadap ekonominya sehingga Negara itu kini
berusaha melindungi dirinya.
Langkah melindungi
diri itu termasuk mengakuisis cadangan emas untuk menggantikan obligasi
Treasuries AS dan juga penggunaan mata uang selain dollar AS dalam
segala macam penyelesaian transaksi perdagangan internasional.
Oleh
karena itu kilau emas akan selalu bersinar sebagai “mata uang” yang
memiliki kredibilitas global bahkan ketika dunia dalam keadaan tidak
damai. Realitas di Russia saat ini menawarkan dukungan baru yang cukup
solid untuk harga emas.
Dalam laporan bank
sentral-nya, Russia mengatakan telah melakukan pembelian sejumlah besar
emas di bulan April lalu. Analis mengatakan bahwa emas memiliki porsi
yang kecil dalam cadangan Russia, namun bila Negara itu memang berniat
untuk menaikan tingkat cadangan emas untuk menyamai paritasnya dengan
Amerika dan Eropa maka Negara itu harus membeli lebih banyak emas lagi.
Untuk upaya tersebut, Russia harus menjual obligasi Treasuries AS. Aksi
ini akan mendukung harga emas untuk lebih tinggi dalam denominasi USD.
Hebba
Investments mencatat bahwa Russia telah mendivestasi $50 milyar
Treasuries AS antara Oktober 2013 hingga Maret 2014. Bila penjualan ini
dilakukan terus, Negara itu perlu mem-backup mata uang dan ekonomi yang
salah satunya adalah dengan membeli emas lagi. Hebba menunjukan bahwa
akuisis bulanan Russia terhadap emas mencapai senilai 30 ton dari
ketersediaan 2500 ton emas di pasar per tahun. Dalam laporannya, Hebba
juga mencatat bahwa Russia hanya memiliki porsi 7.9% dari cadangan
negaranya, dibandingkan Amerika yang berada pada level 70.2% dan zona
euro sebesar 55.8%. Jadi bila Russia mencoba mencapai paritas yang sama
dengan Amerika maupun zona euro maka akan banyak sekali yang harus di
beli.
Dalam sepekan terakhir telah banyak surat
kabar yang memberitakan bahwa Russia sedang melakukan lindung nilai
(hedging) terhadap kemungkinan sangsi yang lebih tinggi dari pihak
Barat. Perusahaan-perusahaan Russia dengan bernegosiasi dengan para
pelanggannya untuk menyelesaikan transaksi menggunakan mata uang lain
selain USD, termasuk yuan (China), dollar Hong Kong, dollar Singapura
dan yen Jepang yang merupakan poros untuk perdagangan di Asia.
Penasehat
ekonomi Vladimir Putin, Andrei Belousov menyatakan bahwa Russia hanya
mempersiapkan diri dari kemungkinan terdepak dari pasar dollar AS.
Namun, de-dolarisasi di Russia telah berlangsung sejak tahun 2007 lalu
dan mulai melakukan pembelian emas secara signifikan.
Sumber : http://seekingalpha.com
baca Disclaimer
0 comments:
Posting Komentar